Judul : You Are What You Think,You Are What You Believe
Penulis : Cahyo Satria Wijaya
Penerbit : Shira Media
Cetakan : Februari 2015
Tebal : 200 halaman
Manusia istimewa karena berakal untuk berpikir. Untuk meningkatkan kekuatan yang ada dalam diri, orang harus mampu mengendalikan pikiran dengan cara mengaktifkan kekuatan nalar. Dari pikiran itu, kemudian muncullah kemungkinan yang selanjutnya menjadi tujuan, melahirkan tindakan, dan akhirnya mewujud.
Buku mengulas pentingnya mengelola
pikiran untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. Kekuatan pikiran yang
diaktifkan akan membuat energi pada diri sinkron dengan kekuatan besar
makrokosmos alam semesta (hal 21). Karena itu, seseorang yang berpikir dan
bertindak baik, tanpa disadari sebenarnya dia telah memancarkan energi
berfrekuensi tinggi ke alam semesta.
Buku You Are What You Think, You Are
What You Believe: Hidup Bahagia Dengan Berpikir & Berperasaan Positif
berisi enam bagian. Buku mulai mengupas tentang pikiran dan cara kerjanya,
pentingnya berpikir positif, berusaha berpikir positif, dan berperasaan
positif. Ada juga menggapai positive thinking, meraih kehidupan positif, dan
cerita inspirasi positif.
Ketika memulai sesuatu, manusia harus
mengisi pikiran dengan hal-hal positif untuk meningkatkan sikap optimistis
dalam diri sebelum bertindak. Dengan berpikir positif, jiwa dan raga manusia
menjadi lebih sehat karena hanya sedikit racun yang menempel di hati (hal 47).
Hasilnya, orang yang senantiasa berpikir
positif mempunyai emosi stabil, bebas dari stres atau depresi berkepanjangan.
Dia juga mampu meredam aktifnya gen yang berpotensi menimbulkan penyakit. Ini
pun telah diamini Kazuo Murakami dalam bukunya, The Divine Message of The DNA.
Katanya, faktor-faktor positif seperti kegembiraan, suka-cita, keyakinan, dan
doa dapat mengaktivasi gen-gen yang bermanfaat (hal 53).
Untuk melatih, mulai saja berpikir
positif terhadap diri sendiri. Caranya membangkitkan motivasi, mengenali lebih
dalam, mengganti negatif dengan yang lebih konstruktif. Kemudian buang
informasi negatif dan membiasakan melakukan yang positif. Di samping itu,
manusia juga harus berpikir positif terhadap orang lain dan waktu.
Dalam cerita inspiratif yang disajikan
pada bagian akhir buku ini, dikisahkan seorang pria yang bertanya tentang masa
depan kepada seorang kakek. Dijelaskan, masa depan memang penting, tapi manusia
sering melupakan masa sekarang. Dia terlalu mengkhawatirkan masa depan.
Sesungguhnya, lanjut kakek, masa depan
depan tidak pernah ada. Yang dimaksud masa depan oleh banyak orang sesungguhnya
sekarang (hal 172). Cerita ini ingin menggambarkan bahwa pikiran negatif
tentang masa depan akan membunuh potensi positif sekarang.
Masa depan sebenarnya kumpulan perilaku
dan pikiran sekarang. Buku ini mengajak pembaca menyadari bahwa kebahagiaan
bukan tujuan, tapi proses. Bahagia ada di dalam proses hidup. Bahagia memiliki
kekuatan resonansi yang memancarkan gelombang energi positif ke lingkungan
sekitar. Keadaan bahagia bukannya tanpa kesulitan hidup (hal 99).
Tak heran jika banyak orang bersedih,
risau, malang, dan mengalami keadaan-keadaan buruk lainnya karena mengabaikan
berpikir positif. Kebahagian hari ini hanya bisa dicapai dengan terus berpikir
dan berperasaan positif.Diresensi Saiful Arif Yazid, lulusan Perguruan
Tinggi Ilmu Alquran, Jakarta
Dimuat 1 Juli 2015, sumber http://www.koran-jakarta.com/?32651-mencapai%20kebahagiaan%20dengan%20berpikir%20positif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar